Andai aku memiliki 1001 pasang mata ...
Suatu ketika aku sedang beristirahat di rumah, di depan rumahku selalu saja ada orang-orang yang lewat, yaitu pedagang kecil keliling, seperti mie bakso, cireng, bacang, sate, es cingcau, tukang sol sepatu, tukang jok kursi, dll.
Dengan melihat mereka, aku mengucapkan Subhanalloh, Maha Suci Allah yang telah menggerakkan mereka untuk dengan hati, pikiran, dan tenaga tubuhnya berjalan berusaha untuk menghidupi diri dan keluarganya dengan cara yang begitu nyata, halal. Walau mereka kelihatan seperti "orang-orang kecil," tetapi aku melihat dengan bangga, dan mengagumi mereka sebagai pejuang-pejuang tangguh, dan aku pikir mereka sedang berjihad.
Suatu ketika bahkan berpuluh kali aku lihat tentang keadaan orang-orang yang jauh sekali harkat dan martabatnya dibandingkan dengan orang-orang yang kulihat di depan rumahku tadi. Siapakah orang-orang yang kumaksud? Mereka itu adalah orang-orang yang berstatus dan berkelas. Tetapi, a'udzubillah, aku mohon perlindungan Allah Swt., dan aku beristighfar, lantas aku sedih dan heran. Sebab, mereka ternyata orang-orang yang kelihatan hidupnya penuh obsesi dan memaksakan diri untuk mencari kapuasan diri dengan cara kurang baik, bahkan kotor dan licik. Mereka ada yang berbuat mesum seperti tak ada rasa malu, mereka juga ada yang berseteru dalam keluarga dan perceraian yang tak terelakan akibat perselingkuhan, mereka juga ada yang lebih berbahaya lagi bagi keuangan Negara, yaitu para koruptor. Mereka berperilaku lalim, curang, membohongi diri dan orang lain serta penuh rekayasa demi membungkus kehormatannya. Sebenarnya mereka adalah para pecundang yang lupa diri terhadap amanah. Mereka tak punya nyali untuk menyatakan kebenaran.
Andai aku memiliki 1001 pasang mata dan 1001 pasang tangan, dengan tubuh yang besar dan kekar, serta memiiki amanah untuk menegakkan hukum, maka aku akan awasi mereka, dan aku akan tangkap mereka, dan aku akan arahkan mereka sehingga mau menyadari atas kesalahannya, dan bertobat, serta bagi mereka para koruptor bersedia mengembalikan harta hasil korupsinya kepada Negara. Aku tidak akan menghukum mereka, tetapi aku akan ajak mereka bersujud menghadap Allah Yang Maha Adil, karena hanya Dia Sang Maha Pengampun.
Sayangnya aku tidak memiliki mata dan tangan sebanyak itu, bahkan tubuhku pendek, kecil dan lemah, serta aku bukan penegak hukum. Oleh karena itu, aku hanya bersedih dan penuh harap, bahwa postur manusia seperti yang kuandaikan tadi itu terwujudkan melalui pertolongan Allah Swt., dengan memberikan bekal "KEKUATAN" kepada para penegak hukum kita. Semoga. La haula wala quwwata illa billah.
Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.
BalasHapus